DEPOK - Pendiri Yayasan Bina Insan Mandiri dan Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mandiri Terminal Depok menilai kedua anak didiknya di sekolah gratis Terminal Depok yang kini diterima di Universitas
M Ayatulloh Komeni dari Bengkulu serta Ais Rohim yang berasal dari Gorontalo, dua orang anak didik Nurrohim, diterima di jurusan Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia melalui jalur nasional Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nurrohim menilai keduanya memang memiliki potensi akademis yang cukup menonjol.
Nurrohim mengenal benar kedua anak ini karena mereka pun tinggal di lingkungan PKBM Terminal Depok. Selain itu, keduanya juga masih tergolong 'anak jalanan baru' sehingga masih mudah untuk membentuk mereka baik segi karakter dan keahlian. Menurut Nurrohim, keduanya cukup berbeda. Ayatulloh atau yang biasa dipanggil Ayat memiliki temperamen keras apalagi kalau sudah marah. Sedangkan Ais lebih pendiam dan berhati lembut. "Tapi tekad keduanya sangat keras. Ais contohnya. Sejak memutuskan merantau dari Gorontalo memang mau melanjutkan kuliah. Modal nekat dan bertekad mengumpulkan biaya untuk kuliah," ujar Nurrohim.
Ais juga merupakan pribadi yang tidak mau merepotkan orang lain. Meski di PKBM makan minum dan tempat beristirahat diberikan gratis, ujar Nurrohim, Ais masih mau berjualan asongan atau memulung untuk mengumpulkan uang. Saat ini, keduanya yang bergabung bersama PKBM sejak kelas paket C atau setara SMA juga masih membantu Nurrohim untuk mengajar adik-adik kelasnya yang belajar di tingkat SD maupun SMP. (Warta






0 komentar:
Posting Komentar