Partisipasi wanita desa sangatlah berarti bagi kemajuan daerah. Terbukti, aktivitas pertanian yang dilakukan oleh puluhan wanita yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kopo, mampu memberikan kontribusi bagi keluarga yaitu dengan memanfaatkan halaman rumah ditanami palawija. Seperti apa ceritanya?
KARNOTO-KOPO, SERANG-BANTEN
Memasuki desa Kopo agak sedikit berbeda dengan desa lainnya. Halaman rumah warga di desa ini tidak ada yang kosong, karena dipenuhi berbagai tanaman palawija dan tanaman obat-obatan. Meski terlihat sepele dan ringan tapi manfaat kegiatan ini ternyata dapat membantu kebutuhan keluarga mereka.
Seperti yang diutarakan oleh Salamah, wanita yang dipercaya menjadi komando kelompok wanita tani Desa Kopo. Menurut dia, sejak ada KWT tahun 2007 lalu, rumah warga menjadi rindang dan dipenuhi berbagai tanaman diantaranya pare, cabe, terong dan sejenis tanaman obat-obatan (Toga).
“Hasil tanaman ini kita jual ke pasar dan hasilnya lumayan membantu untuk keperluan keluarga,” kata Salamah dengan penuh semangat sambil menunjukan halaman rumah posko KWT kepada Radar Banten.
Selain menanam tanaman di halaman rumah, kata wanita yang mengenakan kaos putih bertuliskan KWT ini, para wanita di desanya juga menanam palawija di kebun. “Selain untuk keperluan keluarga, tanaman ini juga bermanfaat untuk kesehatan dan memperindah rumah,” ujarnya.
Animah, wanita lainnya menuturkan, meski hanya beranggotakan 20 wanita tapi dengan semangat dan kerjakeras akhirnya dapat menuai hasil. “Terbukti, kini hampir seluruh warga memanfaatkan halaman rumah untuk ditanami palawija dan tanaman obat-obatan,” katanya.
Tak heran, jika desa ini mendapat mandat dari pemerintah untuk dijadikan desa siap siaga. “Kami ingin berbuat meksipun hanya taraf desa,” ungkapnya. ***






0 komentar:
Posting Komentar