Membaca surat Al-Baqarah ayat 233 di dalam kitab suci Al-Quran, rasa penasaran dan keingintahuan saya terusik. Apa sesungguhnya makna dari pesan yang ingin Allah SWT sampaikan kepada hamba-Nya. Kenapa seorang ibu diminta untuk menyusui anaknya hingga dua tahun lamanya, pasti ada sesuatu di dalam kalimat ini.
Oleh Abu Hazimah Ayu Fadia
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempuranakan penyusuannya. Demikian salah satu penggalan ayat di dalam surat Al-Baqarah ayat 233, yang saya temukan saat mencari ayat yang berbicara tentang pendidikan anak. Ayat ini secara tidak sengaja saya temukan karena sebelumnya tidak menyangka kalau ternyata Al-Quran berbicara sedetil ini.
Usai membaca ayat ini, proses pencarian makna di balik kenapa Allah SWT memerintahkan ibu untuk menyusui anak hingga usia dua tahun pun saya lakukan. Ada beberapa aspek yang ingin saya ketahui dari ayat ini, yaitu aspek kesehatan, psikologi dan pengaruhnya terhadap kecerdasan anak.
Malam sekira pukul 23.00 WIB, proses pencarian di perpustakaan pribadi pun saya lakukan. Pertama kali buku yang saya buka berjudul
“Kado menyambut si buah hati karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziah, yang diterjemahkan oleh Mahfud Hidayat dan diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar”. Lembar demi lembar, bab demi bab saya buka buku tersebut tapi tidak saya temukan pembahasan detil terkait makna perintah untuk menyusui anak hingga dua tahun.
Dalam buku setebal 491 halaman dan cover warna kuning ini, hanya mengatakan bahwa menyusui hingga 2 tahun adalah hak anak tanpa ada penjelasan detil efek positif bagi si anak itu sendiri. Pembahasan yang terdapat di halaman 387 ini menambah penasaran saya untuk membaca buku lainnya.
Beberapa saat kemudian saya pun membaca kembali buku tentang pendidikan anak. Kali ini buku karangan Imam Musbikin yang berjudul “persiapan menghadapi persalinan”. Ternyata di buku ini pun hanya dijelaskan jika seorang ibu yang menyusui dapat menjarangkan kehamilan. Dalam buku setebal 481 halaman ini hanya menjelaskan penelitian John Bonggarts dan Arudh Jain dari Word Fertility Survey (WFS), terkait penelitiannya di 8 negara yaitu Indonesia, Bangladesh, Colombia, Guyana, Yordan, Panamana, Peru dan Srilanka. Dalam penelitian tersebut menunjukan bahwa wanita berpendidikan cenderung menyusui bayinya dengan periode yang lebih pendek jika dibandingkan dengan wanita yang tinggal di desa dan tidak berpendidikan.
Dalam penelitian itu juga disebutkan bahwa menyusui berarti memperpanjang waktu menstruasi setelah melahirkan. Di Indonesia misalnya, ibu yang menyusui bayinya dapat memperpanjang waktu kehamilan berikutnya. Jarak melahirkan sampai hamil lagi berkisar antara 4-10 tahun.
Kedua buku ini tidak ada yang menjelaskan detil yang didasarkan kajian ilmiah, apa efek positif dari perintah Quran untuk menyusui hingga dua tahun. Baik dari aspek kesehatan, psikologi maupun kecerdasan.
Proses pencairan makna menyusui dua tahun ini pun berlanjut ke perpustakaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Serang dan Provinsi Banten. Hingga tiga minggu lebih makna dua tahun itu belum saya dapatkan sampai saya menulis ini pada hari Senin, 8 Juni 2009 sekitar pukul 24.00 WIB.
Alasan saya kenapa ingin tahu makna ayat ini adalah keyakinan bahwa ayat ini tidak mungkin diturunkan Allah SWT, tanpa makna apapun. Kalimat ini pasti ada maknanya, demikian keyakinan yang ada di dalam hati saya hingga saat ini. Proses pencairan makna dua tahun menyusui ini masih akan terus dilakukan. ***
(Kota Serang, Senin, 8 Juni 2009, pukul 24.00 WIB)






0 komentar:
Posting Komentar