Arti Buku untuk Si Kecil


Mengenalkan buku kepada anak harus mulai dilakukan sejak dini. Tujuannya adalah agar si kecil akrab dengan buku ketika dewasa nanti, yang di ujung-ujungnya adalah si kecil menjadi anak yang rajin membaca dan memiliki wawasan yang luas.


Oleh Umi Ayu Fadia


Menurut Faudzil Adhim dalam bukunya “membuat anak gila membaca”, mananamkan kebiasaan membaca pada anak sudah bisa ditanamkan sejak anak baru bisa melihat. Mengetahui hal ini, saya dan suami mencoba mendekatkaan anak kami bahan bacaan, seperti buku, koran dan majalah. Tak lain tujuan kami adalah untuk menanamkan kebiasaan terhadap bahan bacaan sejak dini.

Proses demi proses pengenalan buku pun berjalan secara alamiah. Waktu yang sering kita gunakan untuk mengenalkan anak kita dengan buku biasanya tidak mengenal waktu, tergantung kondisi kenyamanan si anak. Seiring berjalannya waktu tanpa kami duga diusianya yang ke-10 bulan, ada sebuah kemampuan yang mencolok jika dibandingkan dengan teman-teman susianya.

Para ahli biasa menyebutnya dengan istilah kemampuan motorik halus yaitu kemampuan anak pada gerakan-gerakan kecil dan detil seperti meremas, menjimpit dan memungut.

Selain itu, pada usia tersebut anak kami sudah lincah membuka-buka halaman buku yang menurut ukuran anak seusianya tidak mungkin dilakukan, mengingat lembar kertasnya sangat tipis dan licin.

Jika sebelumnya si kecil suka menyobek k kertas, tapi sekarang kebiasaan itu sudah tidak dilakukan lagi. Kini, si kecil sudah mampu membuka dan menunjuk apa yang menurutnya menarik. Selain mempercepat kemampuan motorik halus, ternyata buku juga dapat membantu anak menjaga keseimbangan sehingga si kecil cepat berjalan di usinya yang ke-11 tahun meski belum sempurna.

Pengamatan sederhana kami, kebiasaan si kecil menenteng buku yang sampulnya hard cover yang bobotnya tentu berat jika dibandingkan dengan usai si kecil yang baru 11 tahun.

Awalnya kami khawatir jika buku tersebut akan “menyakitinya” karena terlalu berat. Tapi ternyata itu justru membantunya dalam ketrampilan keseimbangan fisiknya atau lebih dikenal dengan sebutan motorik kasar.

Karena keseimbangan tubuhnya cukup bagus, pada usia satu tahun anak kami sudah cukup lincah mengikuti gerakan senam seperti merentangkan tangan dengan membuat gerakan buka tutup sekaligus melangkahkan kakinya. Bahkan kadang sambil melakukan gerakan berkeliling melingkar meskipun kadang beresiko jatuh, tapi itu jarang. Sikecil juga sudah bisa menendang bola dengan cukup terarah.

Dari sekian kemajuan aktifitas fisiknya, yang semakin terus ingin bergerak. Hal tersebut tidak mengurangi kegemarannya terhadap buku. Mungkin inilah efek dari pengenalan buku kepada si kecil saat usianya masih 5 bulan. **

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: