Orang Indonesia Kreatif Kok


Pada dasarnya orang Indonesia itu kreatif, karena memang kondisinya yang memaksa untuk kreatif. Negara kita heterogen dan memiliki budaya, bahasa dan adat beragam wajar kalau kita menjadi kreatif.


Oleh Abu Hazimah Ayu Fadia


Kalimat di atas adalah jawaban Leo seorang designer furniture Internasional yang sukses memasarkan hasil designnya ke beberapa mancanegara, seperti Eropa, Amerika, Australia, dan Asia, ketika ditanya oleh Andy F Noya pada acara Kick Andy edisi Jumat, 8 Mei 2009, sekitar pukul 22.00 WIB.

Jujur saya tersentak mendengar jawaban pria berkacamata ini. Maklum selama ini kita hanya mendengarkan dan melihat kabar miring seputar nasib bangsa ini yang lebih banyak negatifnya. Masalah deportasi TKI di Malaysia, seorang anak yang terpaksa bunuh diri karena tidak bisa membayar iuran sekolah, penanganan kasus korupsi yang lambat, PHK besar-besaran, seorang ibu yang membunuh bayi karena sudah tidak mampu memberikannya makan dan masalah-masalah lainnya, yang cenderung negatif dan membuat kita tidak percaya diri.

Jawaban Leo ini seolah angin segar yang datang di tengah kemarau panjang. Pada kesempatan itu pula, Leo juga membeberkan strategi marketingnya sehingga menjadi produk unggulan yang mendunia. Pria berkulit putin menyebutkan beberapa strateginya diantaranya memasarkan produknya ke luar negeri terlebih dahulu sebelum dipasarkan di dalam negeri. Loh kok bisa begitu?, tentu saja ini membuat penasaran kita. Menurut Leo yang saat itu membawa kursi hasil designernya, terkadang kita membutuhkan pengakuan dari Internasional terlebih dahulu sebelum di pasarkan ke dalam negeri, karena biasanya orang Indonesia akan tertarik dengan suatu produk manakala produk tersebut sudah diminati di luar negeri.

Apapun strateginya yang dipakai Leo, namun yang pasti pernyataan Le, perlu mendapat apresiasi dan tanggapan yang positif dari bangsa Indonesia. Yah, paling tidak menjadi semangat kita sebagai rakyat Indonesia untuk memulihkan kepercayaan diri bangsa ini, yang lama terpuruk. “Apakah kita bisa bersaing dengan luar negeri?” tanya Andy untuk kesekian kalinya kepada Leo yang kemudian dijawab dengan jawaban singkat yaitu bisa.

Jawaban Leo ini dimantapkan dengan hadirnya Bambang Widyatmoko pada acara tersebut. Bambang adalah seorang peneliti yang berhasil mematenkan 30 penemuannya di negara Jepang setelah belajar di negara sakura selama kurang lebih 13 tahun lamanya. Salah satu penemuan pria yang rambutnya sudah beruban ini adalah alat pencacah sinar laser.

Kini, Bambang kembali ke tanah air dan menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Jakarta, karena panggilan jiwa dan cita-cita ingin menularkan hasil temuannya tersebut. “Menyesal sih ada ketika kembali ke Indonesia, tapi saya ini kan disekolahkan oleh negara maka harus membangun negara sendiri,” kata Bambang ketika ditanya oleh Andy apakah tidak menyesal kembali ke Indonesia dengan gaji yang minim.

Maklum, di negara Jepang sendiri Bambang sudah memiliki perusahaan dengan omset yang luar biasa. Dukungan Jepang terhadap para peneliti membuat Bambang dan tentunya kita kagum serta bertanya, kapan Indonesia seperti Jepang.

Melihat dua orang yang tampil di Kick Andy itu, saya bertambah yakin dengan penegasan Leo bahwa orang Indonesia pada dasarnya kreatif. Cerita dua orang kreatif ini juga menjadi insipirasi saya untuk membuat tulisan ini, harapannya agar orang lain mengetahui dan memiliki semangat dan kepercayaan diri yang sama seperti dua orang di atas.

Selain itu, penampilan Leo dan Bambang menjadi inspirasi saya dan istri untuk memikirkan masa depan anak saya termasuk anak-anak Indonesia. Walaupun setelah saya membaca buku tentang biografi ilmuwan musim, sebetulnya orang-orang seperti Leo dan Bambang bukanlah sesuatu yang aneh dan baru bagi umat muslim, karena jaman dahulu para ilmuwan muslim juga sudah berhasil melakukan penelitan. Sebut saja Al-Khawarizmy, Al-Jabar dan Ibnu Sina, mereka adalah ilmuwan pada jamannya.

Kalau kita sudah membaca biografi peneliti muslim, rasanya ada sesuatu yang aneh dalam diri kita karena tidak mampu meniru yang baik dari para pendahulu (Ayolah mulai sekarang memikirkan masalah ini paling tidak untuk anak-anak kita).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: